Episode 3 ini rokatradio mengajak Grace Ayu Permono Putri untuk ngobrol soal manajemen seni dan hal-hal di sekitarnya; seperti perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan semacamnya di dalam pengelolaan seni. Tidak cuma soal manajemen seni pada dirinya sendiri, tetapi juga bagaimana hal tersebut turut menumbuhkan ekosistem seni yang lebih luas. 
Episode 02 ini membicarakan perjalanan Ika Arista sebagai Mpu pencipta keris dan hubungannya dengan pengalaman dirinya sebagai perempuan yang sehari-harinya berkarib dengan besi (sekaligus membatalkan stereotip seorang Mpu yang dilihat sebagai pekerjaan laki-laki). Ika memaparkan bagaimana keris tidak hanya dilihat sebagai benda atau pusaka yang ‘dikeramatkan’ (juga sebagai benda profan yang memiliki nilai ekonomi), melainkan juga siasat untuk mengulik sejarah. 
Episode pertama ini dibuka dengan obrolan tentang rokateater dan hal-hal di sekitarnya. Shohifur Ridho’i, sebagai inisiator atau orang yang paling bertanggungjawab atas rokateater coba melihat ulang sejarah rokateater sebagai upaya untuk membahasakan rokateater itu sendiri. Menemukan bahasa berarti berupaya memberi konteks pada setiap praktiknya, baik di dalam penciptaan maupun di dalam pergaulan seni secara umum. “Bahasa” bisa jadi adalah kunci bagaimana sebuah visi kesenian dirumuskan dan cita-cita diproyeksikan. Apakah pada podcast kali ini ia berhasil menemukan bahasa untuk rokateater, atau justru membiarkannya berada di dalam situasi ‘tanpa bahasa’?

Wijiland… adalah salah satu podcast di Rokatradio yang meminjam dramaturgi talkshow radio sebagai pendekatannya. Wijiland… berisi obrolan ringan dan menyenangkan seputar pengalaman, gagasan dan praktik kesenian (atau keseharian) oleh seniman atau pekerja seni muda-sedang-tumbuh.

Presenter: Wijil Rachmadhani
Tim kerja: Kurnia Yaumil Fajar, Fikril Akbar, Gendra Wisnu Buana, Shohifur Ridho’i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.